Seminar Untuk Mahasiswa Tentang Kanker Serviks di Universitas Negeri Malang

Seminar tentang Deteksi dan Pencegahan Kanker Serviks – Pada tahap awal umumnya kanker mulut rahim atau serviks tidak menunjukkan gejala yang khas. Infeksi HPV mulut rahim membutuhkan waktu sekitar 10-20 tahun untuk menimbulkan gejala-gejala yang nyata dari kanker mulut rahim. Baru pada tahap lanjut dapat muncul beberapa gejala seperti peradangan vagina yang tidak normal, nyeri panggul, keputihan berbau busuk dan nyeri saat berhubungan. Usia rata-rata pasien kanker mulut rahim sekitar 30 sampai 50 tahun, meskipun beberapa tahun terakhir telah dijumpai beberapa kasus berusia di bawah 30 tahun. Berdasar studi epidemilogis 90% kanker mulut rahim disebabkan oleh infeksi Human Papiloma Virus (HPV). HPV adalah virus yang paling sering dijumpai pada penyakit menular seksual dan diduga berperan dalam proses terjadinya kanker.

Tahap pre-kanker pencegahan dapat dilakukan dengan cara skrining atau penapisan pre-kanker mulut rahim. Apabila ditemukan lesi pre-kanker maka harus dilanjutkan dengan pengobatan, sedangkan apabila tidak ditemukan tanda tanda maka dapat dilakukan upaya pencegahan secara primer. Di negeri kita hanya lima persen populasi perempuan yang melakukan skrining kanker mulut rahim dan hampir 76,6 persen pasien kanker serviks ketika terdeteksi sudah memasuki stadium lanjut. Pencegahan dengan Skrining dapat dilakukan dengan melakukan tes pap smear (5) dan juga inspeksi visual asam asetat (Tes IVA). Di negara berkembang penggunanaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker rahim yang invasif hampir 50% atau lebih.

Selain menggunakan tes pap smear dan tes IVA pencegahan lainnya yaitu dapat dilakukan pula dengan pencegahan primer, dengan cara berperilaku seksual yang sehat, tidak berhubungan sek diluar nikah dan tidak merokok serta melakukan vaksinasi kanker mulut rahim. Vaksinasi HPV bisa mengurangi resiko terkena kanker serviks 70-80%, sehingga paptest rutin pasca vaksinasi HPV tetap dianjurkan karena 20-30% resiko yang tidak dapat dicegah oleh vaksinasi ini harus tetap dipantau melalui prosedur pap smear. Pengobatan kanker mulut rahim yang benar memiliki peluang sebesar 90% untuk disembuhkan jika telah diketahui secara dini. Jika tanda tanda kanker ini muncul sejak dini maja pengobatan harusn segera dilakukan, Adapun standar pengobatan kanker serviks meliputi kemoterapi, operasi serta radioterapi.

Paparan yang disampaikan oleh dr. Nugrahanti Prasetyorini, SpOGK disampaikan dalam Seminar tentang Deteksi dan Pencegahan Kanker Serviks yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita UM. Kegiatan seminar ini diadakan dalam rangka memperingati hari kartini tahun 2015 ini bertempat di Gedung Sasana Budaya UM pada hari Kamis, tgl 23 April 2015.

Di era sekarang yang sudah semakin maju ini wanita dituntut untuk dapat menjadi perempuan yang berilmu pengetahuan, perempuan yang berkemampuan dan keahlian di berbagai bidang kehidupan serta dapat bersinergi dengan suaminya untuk membangun kehidupan rumah tangga dan kelak dapat menciptakan Indonesia yang lebih maju. Sinergi yang dimaksud adalah para wanita saat ini harus dapat menjangkau semua bidang, ekonomi, baik di bidang keluarga, pembangunan dan pemerintahan sesuai dengan profesi dan keahlian yang dimiliki. Demikian cerita singkat Seminar tentang Deteksi dan Pencegahan Kanker Serviks.

Share This:

Comments

comments